Tutorial membuat CD Cover
Nyantai dulu yuk!
Jumat, 15 Mei 2015
Kamis, 23 April 2015
Isuzu Panther
A.
Sejarah
Terngiang
di benak kita saat mendengar slogan: “Rajanya Diesel” pastilah tengah
membicarakan Isuzu Panther. Slogan itu memang selalu melekat pada kendaraan
diesel keluarga yang telah melegenda di Indonesia. Astra Isuzu Motor meluncurkan
Panther generasi pertama pada tahun 1991. Sejak diluncurkan, mobil ini langsung
memikat hati masyarakat Indonesia, terlebih karena harga solar lebih rendah
dari harga bensin premium. Mobil ini laris manis di pasaran tahun 90-an dan
bersaing ketat dengan Toyota Kijang dan selanjutnya Mitsubishi Kuda. Namun,
Isuzu Panther-lah yang selalu unggul, di mana pada saat itu mobil ini merupakan
mobil keluarga pertama yang berbahan bakar diesel. Keunggulan mobil ini
terletak pada keiritan bahan bakarnya. Konon, mobil ini pernah menempuh
perjalanan Jakarta-Bali hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 45.000,- untuk bahan
bakarnya. Tapi tentu saja biaya perjalanan itu hanya berlaku di tahun 90-an
dimana harga minyak masih dibawah Rp 1.000,-.
B. Generasi
Generasi II : Panther generasi kedua diluncurkan pada tahun 1995 dan diproduksi
hingga tahun 2000. Bodinya menggunakan
rangka berkode TBR-54 dan menggunakan mesin diesel 4JA-1 4 silinder dengan
direct injection. Variannya adalah
(mulai dari yang tertingi): Hi Grade, Hi-Sporty, Grand Royale, New Royale, Royale, Deluxe, dan Standard. Panther generasi kedua ini diklaim sebagai generasi terbaik dari Isuzu Panther
Generasi IV : Generasi keempat dari Isuzu Panther diproduksi mulai tahun 2005 hingga
sekarang. Bodinya masih menggunakan kerangka yang sama dengan generasi
sebelumnya, begitu pun juga dengan mesinnya. Namun, kali ini semua variannya
telah dilengkapi dengan turbo charger. Variannya adalah (mulai dari yang
tertingi): Grand Touring, Touring, LS, LV, LV FF, Smart dan Smart FF.
D. Mesin
Isuzu Panther menggunakan mesin 2.500 cc diesel direct Injection dengan turbocharger berkode 4JA1-L. Untuk melihat rupa mesin dan suaranya, bisa dilihat di: https://www.youtube.com/watch?v=68VfeM_wtJU
C.
Kelebihan
dan Kekurangan
Hingga
hari ini, slogan :”Rajanya Diesel” masih melekat pada MPV produksi Isuzu ini.
Keiritan dan kemudahan dalam perawatan selalu menjadi keunggulan Isuzu Panther.
Tak heran, banyak angkutan umum dan perusahaan yang menggunakan jasa Isuzu
Panther sebagai kendaraan operasional. Selain itu, bodinya pun tampak gagah dan
kekar sehingga menjadikan dirinya menyerupai sebuah Entry SUV dibanding MPV. Mobil ini pun sudah terkenal
tangguh dalam menghadapi banjir, berkat ketidakadaan ECU (Electronic Control Unit). Selain itu pula, untuk soal kenyamanan, Panther bisa dibilang sangat baik berkat suspensinya yang empuk dibanding rival-rivalnya.
Namun, selain memiliki keunggulan yang tak
tertandingi, mobil ini juga punya segudang kelemahan. Salah satunya adalah
bodinya yang menyerupai SUV ditambah suspensinya yang "terlalu empuk" justru membuat Panther mudah
limbung saat bermanuver tajam. Selain itu, soal model, banyak orang menilai
bahwa model dari Isuzu Panther ini perlu dibenahi. Dari tahun 2005 hingga
sekarang, Isuzu belum banyak melakukan perubahan berarti pada generasi keempat
Panther ini. Selain itu, dari tahun 1996 sejak generasi kedua diluncurkan,
Panther masih menggunakan mesin diesel konvensional (4JA-1) yang sudah jadul
dan banyak ditinggalkan. Hasilnya, mesin itu membuat Panther terkenal akan
kebisingan suaranya, getaran mesin yang kasar, dan asap yang tebal. Ada lagi,
yaitu tenaga yang hanya 80 dk terpaut sangat jauh dengan rival abadinya, yaitu
Toyota Kijang yang telah berwujud Innova dengan mesin dieselnya yang memiliki
tenaga hingga 102 dk. Hal ini membuat Panther terkenal akan mesinnya yang
kurang bertenaga. Namun, justru itulah yang membuat Panther terkenal akan
keiritannya. “Cring… Cring… Wuss! Wuss!...Nyaris
tak terdengar!”
Selasa, 21 April 2015
Tips
Ngebut Saat Hujan Pakai Motor
Kita semua tahu, kalau lagi yang namanya
hujan, haram tuh hukumnya yang namanya kebut-kebutan, apalagi saat naik motor.
Tapi, kalau emang terpaksa, misalnya lagi kebelet pipis, BAB, atau mau
menghadiri rapat sama presiden, yah apa boleh buat? Tancap gas!
Nah, gue punya tips buat lo pada yang
“terpaksa” (kalau gak terpaksa... ya jangan!) ngebut waktu hujan saat naik
motor. tapi sebelumnya, lo bisa lihat tips supaya aman saat naik motor di sini https://www.youtube.com/watch?v=87gKfzkVkwQ
Note : Tips ini
hanya boleh dilakukan oleh profesional. Bagi yang belum mahir diharapakan jangan
coba-coba! Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kejadian yang terjadi
tidak diinginkan.
Berikut tipsnya:
1. Berdoalah dan Gunakan Peranti
Keselaman
Berdoalah kepada Tuhan
sebelum melakukan perjalanan supaya kita selalu dilindungi dalam perjalanan. Lalu,
gunakan peranti keamanan seperti helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan supaya
terhindar dari kejadian fatal.
2. Lihat Keadaan Sekitar
Nah,
untuk memastikan aman saat lo ngebut, lo mesti memperhatikan keadaan sekitar
lo. Sebagai patokan, gue kasih angka 1 sampai 5 sebagai tingkat keramaian di
jalan. 1 artinya sepi sekali, tidak ada kendaraan yang melaju, maupun
penyebrang jalan. Tingkat 1 ini hampir mustahil kita temukan di jalan raya
Jakarta. 2 artinya sepi. Sepi ini dalam arti ada kendaraan tapi intensitasnya
kecil. Tingkat keramaian ini masih bisa kita temukan di jalan raya Jakarta pada
hari lebaran atau hari libur nasional. Tingkat 3 artinya ramai lancar. Kondisi
jalan ramai dipenuhi kendaran namun kendaraan masih tetap bisa melaju pada
kecepatan 40-60 KPJ dan minim pengereman. Sedangkan tingkat 4 artinya
padat-merayap. Jalan raya dipenuhi oleh banyak sekali kendaraan namun karena
infrastruktur jalan tidak memadai, maka peluang terjadinya stuck sangat besar, entah karena ada lampu merah, penyebrang jalan,
putar balik kendaraan, dsb. Dan terakhir tingkat 5, ini yang paling parah,
yaitu kemacetan di mana kendaraan hampir tidak bergerak. Nah, untuk memastikan
aman, batas tingkat kepadatan jalannya itu maksimal tingkat 2,5. Kenapa gak tingkat 3? karena pada tingkat 3
masih sangat rawan terjadinya rem mendadak dikarenakan orang cenderung terpacu
untuk semakin kencang, tanpa memperdulikan bahwa lingkungan sekitarnya ramai.
3.
Jaga Jarak Aman dan Batas Kecepatan
Jika
pada kecepatan normal kita menjaga jarak aman sekitar 3 detik dari kendaraan di
depan, maka pada saat hujan kita mesti jaga jarak sekitar 6 detik dari
kendaraan di depan, di karenakan jarak pengereman kita yang bertambah jauh.
Batas kecepatan yang diperbolehkan di saat hujan adalah sekitar 40-60 KPJ. Memang,
angka itu belum bisa dibilang cepat jika pada dalam keadaan normal (tidak
hujan), namun dikarenakan jarak pengereman semakin jauh, maka itulah
satu-satunya kecepatan paling aman.
4.
Selalu Refleks untuk Menekan Kedua Rem
Pada
suatu ketika ada kejadian yang memaksa kita melakukan pengereman mendadak, maka
tangan dan kaki kita harus selalu siap menekan kedua rem, yakni depan dan
belakang. Akan sangat membantu jika motor yang kita kendarai memiliki CBS
(Combine Brake System) dan ABS (Antilock Braking System). Jika kita hanya
menekan rem depan saja, maka bisa dipastikan kita akan terjatuh karena tubuh
kita terlempar ke depan (nyungsep) sesuai dengan hukum kelembaman Newton.
Namun, berbeda dengan moge, yang sudah dilengkapi dengan sistem suspensi depan
yang sempurna sehingga mencegah tubuh kita nyungsep. Sedangkan, jika kita hanya
menekan rem belakang saja, maka roda belakang akan terkunci karena tak mampu
menghentikan laju roda depan, alhasil ban kita akan langsung melakukan drifting kecil (ngepot). Refleks ini
bisa didapatkan dari kebiasaan kita melakukan pengereman. Maka dari itu, buat
lo yang biasa neken satu rem aja (depan/belakang), mendingan jangan coba-coba.
Cara melakukan pengeremannya mirip dengan ABS, yaitu pertama tekan rem belakang
terlebih dahulu (jangan rem depan, karena akan nyungsep), lalu setelah itu
tekan secara lembut (jangan langsung tekan habis) rem depan, lalu buatlah pola
penekanan pada rem depan (ingat rem belakang jangan pernah dilepas), yaitu
tekan-lepas-tekan-lepas dan seterusnya dengan cepat hingga motor berhenti.
5.
Maksimalkan Fasilitas Motor
Maksimalkan
penggunaan fasilitas pada motor seperti sen, lampu, klakson, dim, dan spion.
Hal ini bisa membantu kita berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya dengan
cepat.
Demikian tips-tipsnya,
sekali lagi gue ingatkan ngebutlah jika ada sesuatu yang lebih “mendesak dari
yang mendesak”. Semoga berguna.
Selasa, 14 April 2015
Perkenalan Diri!!
Nama gue Leo. Alasan gue buat blog ini… gue juga gak tahu nih blog buat apaan -_-“. (Ada yang tahu gak?).
Nama gue Leo. Alasan gue buat blog ini… gue juga gak tahu nih blog buat apaan -_-“. (Ada yang tahu gak?).
Oke, sebenarnya gue bikin nih blog yah buat sekedar iseng-iseng aja sambil nemenin lo, para jomblo yang lagi nyantai di luar jam sibuk. (Sebenernya gue juga jomblo sih…:p). Di sini gue bakal bagi pengalaman menarik nan absurd gue ke lo pada. Moga aja bisa menghibur ya J.
Di blog ini, gue bakal memposkan 3 bidang, yaitu pengetahuan (knowledge), tips & trik, dan komedi (pengalaman, cerpen,dll).
Semoga bermanfaat ya!
Langganan:
Komentar (Atom)