Tips
Ngebut Saat Hujan Pakai Motor
Kita semua tahu, kalau lagi yang namanya
hujan, haram tuh hukumnya yang namanya kebut-kebutan, apalagi saat naik motor.
Tapi, kalau emang terpaksa, misalnya lagi kebelet pipis, BAB, atau mau
menghadiri rapat sama presiden, yah apa boleh buat? Tancap gas!
Nah, gue punya tips buat lo pada yang
“terpaksa” (kalau gak terpaksa... ya jangan!) ngebut waktu hujan saat naik
motor. tapi sebelumnya, lo bisa lihat tips supaya aman saat naik motor di sini https://www.youtube.com/watch?v=87gKfzkVkwQ
Note : Tips ini
hanya boleh dilakukan oleh profesional. Bagi yang belum mahir diharapakan jangan
coba-coba! Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kejadian yang terjadi
tidak diinginkan.
Berikut tipsnya:
1. Berdoalah dan Gunakan Peranti
Keselaman
Berdoalah kepada Tuhan
sebelum melakukan perjalanan supaya kita selalu dilindungi dalam perjalanan. Lalu,
gunakan peranti keamanan seperti helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan supaya
terhindar dari kejadian fatal.
2. Lihat Keadaan Sekitar
Nah,
untuk memastikan aman saat lo ngebut, lo mesti memperhatikan keadaan sekitar
lo. Sebagai patokan, gue kasih angka 1 sampai 5 sebagai tingkat keramaian di
jalan. 1 artinya sepi sekali, tidak ada kendaraan yang melaju, maupun
penyebrang jalan. Tingkat 1 ini hampir mustahil kita temukan di jalan raya
Jakarta. 2 artinya sepi. Sepi ini dalam arti ada kendaraan tapi intensitasnya
kecil. Tingkat keramaian ini masih bisa kita temukan di jalan raya Jakarta pada
hari lebaran atau hari libur nasional. Tingkat 3 artinya ramai lancar. Kondisi
jalan ramai dipenuhi kendaran namun kendaraan masih tetap bisa melaju pada
kecepatan 40-60 KPJ dan minim pengereman. Sedangkan tingkat 4 artinya
padat-merayap. Jalan raya dipenuhi oleh banyak sekali kendaraan namun karena
infrastruktur jalan tidak memadai, maka peluang terjadinya stuck sangat besar, entah karena ada lampu merah, penyebrang jalan,
putar balik kendaraan, dsb. Dan terakhir tingkat 5, ini yang paling parah,
yaitu kemacetan di mana kendaraan hampir tidak bergerak. Nah, untuk memastikan
aman, batas tingkat kepadatan jalannya itu maksimal tingkat 2,5. Kenapa gak tingkat 3? karena pada tingkat 3
masih sangat rawan terjadinya rem mendadak dikarenakan orang cenderung terpacu
untuk semakin kencang, tanpa memperdulikan bahwa lingkungan sekitarnya ramai.
3.
Jaga Jarak Aman dan Batas Kecepatan
Jika
pada kecepatan normal kita menjaga jarak aman sekitar 3 detik dari kendaraan di
depan, maka pada saat hujan kita mesti jaga jarak sekitar 6 detik dari
kendaraan di depan, di karenakan jarak pengereman kita yang bertambah jauh.
Batas kecepatan yang diperbolehkan di saat hujan adalah sekitar 40-60 KPJ. Memang,
angka itu belum bisa dibilang cepat jika pada dalam keadaan normal (tidak
hujan), namun dikarenakan jarak pengereman semakin jauh, maka itulah
satu-satunya kecepatan paling aman.
4.
Selalu Refleks untuk Menekan Kedua Rem
Pada
suatu ketika ada kejadian yang memaksa kita melakukan pengereman mendadak, maka
tangan dan kaki kita harus selalu siap menekan kedua rem, yakni depan dan
belakang. Akan sangat membantu jika motor yang kita kendarai memiliki CBS
(Combine Brake System) dan ABS (Antilock Braking System). Jika kita hanya
menekan rem depan saja, maka bisa dipastikan kita akan terjatuh karena tubuh
kita terlempar ke depan (nyungsep) sesuai dengan hukum kelembaman Newton.
Namun, berbeda dengan moge, yang sudah dilengkapi dengan sistem suspensi depan
yang sempurna sehingga mencegah tubuh kita nyungsep. Sedangkan, jika kita hanya
menekan rem belakang saja, maka roda belakang akan terkunci karena tak mampu
menghentikan laju roda depan, alhasil ban kita akan langsung melakukan drifting kecil (ngepot). Refleks ini
bisa didapatkan dari kebiasaan kita melakukan pengereman. Maka dari itu, buat
lo yang biasa neken satu rem aja (depan/belakang), mendingan jangan coba-coba.
Cara melakukan pengeremannya mirip dengan ABS, yaitu pertama tekan rem belakang
terlebih dahulu (jangan rem depan, karena akan nyungsep), lalu setelah itu
tekan secara lembut (jangan langsung tekan habis) rem depan, lalu buatlah pola
penekanan pada rem depan (ingat rem belakang jangan pernah dilepas), yaitu
tekan-lepas-tekan-lepas dan seterusnya dengan cepat hingga motor berhenti.
5.
Maksimalkan Fasilitas Motor
Maksimalkan
penggunaan fasilitas pada motor seperti sen, lampu, klakson, dim, dan spion.
Hal ini bisa membantu kita berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya dengan
cepat.
Demikian tips-tipsnya,
sekali lagi gue ingatkan ngebutlah jika ada sesuatu yang lebih “mendesak dari
yang mendesak”. Semoga berguna.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar