Selasa, 21 April 2015

Tips Ngebut Saat Hujan Pakai Motor
Kita semua tahu, kalau lagi yang namanya hujan, haram tuh hukumnya yang namanya kebut-kebutan, apalagi saat naik motor. Tapi, kalau emang terpaksa, misalnya lagi kebelet pipis, BAB, atau mau menghadiri rapat sama presiden, yah apa boleh buat? Tancap gas!
Nah, gue punya tips buat lo pada yang “terpaksa” (kalau gak terpaksa... ya jangan!) ngebut waktu hujan saat naik motor. tapi sebelumnya, lo bisa lihat tips supaya aman saat naik motor di sini https://www.youtube.com/watch?v=87gKfzkVkwQ
Note      : Tips ini hanya boleh dilakukan oleh profesional. Bagi yang belum mahir diharapakan jangan coba-coba! Penulis tidak bertanggung jawab atas segala kejadian yang terjadi tidak diinginkan.
Berikut tipsnya:
1.       Berdoalah dan Gunakan Peranti Keselaman
Berdoalah kepada Tuhan sebelum melakukan perjalanan supaya kita selalu dilindungi dalam perjalanan. Lalu, gunakan peranti keamanan seperti helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan supaya terhindar dari kejadian fatal.
2.       Lihat Keadaan Sekitar
Nah, untuk memastikan aman saat lo ngebut, lo mesti memperhatikan keadaan sekitar lo. Sebagai patokan, gue kasih angka 1 sampai 5 sebagai tingkat keramaian di jalan. 1 artinya sepi sekali, tidak ada kendaraan yang melaju, maupun penyebrang jalan. Tingkat 1 ini hampir mustahil kita temukan di jalan raya Jakarta. 2 artinya sepi. Sepi ini dalam arti ada kendaraan tapi intensitasnya kecil. Tingkat keramaian ini masih bisa kita temukan di jalan raya Jakarta pada hari lebaran atau hari libur nasional. Tingkat 3 artinya ramai lancar. Kondisi jalan ramai dipenuhi kendaran namun kendaraan masih tetap bisa melaju pada kecepatan 40-60 KPJ dan minim pengereman. Sedangkan tingkat 4 artinya padat-merayap. Jalan raya dipenuhi oleh banyak sekali kendaraan namun karena infrastruktur jalan tidak memadai, maka peluang terjadinya stuck sangat besar, entah karena ada lampu merah, penyebrang jalan, putar balik kendaraan, dsb. Dan terakhir tingkat 5, ini yang paling parah, yaitu kemacetan di mana kendaraan hampir tidak bergerak. Nah, untuk memastikan aman, batas tingkat kepadatan jalannya itu maksimal tingkat 2,5.  Kenapa gak tingkat 3? karena pada tingkat 3 masih sangat rawan terjadinya rem mendadak dikarenakan orang cenderung terpacu untuk semakin kencang, tanpa memperdulikan bahwa lingkungan sekitarnya ramai.

3.       Jaga Jarak Aman dan Batas Kecepatan
Jika pada kecepatan normal kita menjaga jarak aman sekitar 3 detik dari kendaraan di depan, maka pada saat hujan kita mesti jaga jarak sekitar 6 detik dari kendaraan di depan, di karenakan jarak pengereman kita yang bertambah jauh. Batas kecepatan yang diperbolehkan di saat hujan adalah sekitar 40-60 KPJ. Memang, angka itu belum bisa dibilang cepat jika pada dalam keadaan normal (tidak hujan), namun dikarenakan jarak pengereman semakin jauh, maka itulah satu-satunya kecepatan paling aman.

4.       Selalu Refleks untuk Menekan Kedua Rem
Pada suatu ketika ada kejadian yang memaksa kita melakukan pengereman mendadak, maka tangan dan kaki kita harus selalu siap menekan kedua rem, yakni depan dan belakang. Akan sangat membantu jika motor yang kita kendarai memiliki CBS (Combine Brake System) dan ABS (Antilock Braking System). Jika kita hanya menekan rem depan saja, maka bisa dipastikan kita akan terjatuh karena tubuh kita terlempar ke depan (nyungsep) sesuai dengan hukum kelembaman Newton. Namun, berbeda dengan moge, yang sudah dilengkapi dengan sistem suspensi depan yang sempurna sehingga mencegah tubuh kita nyungsep. Sedangkan, jika kita hanya menekan rem belakang saja, maka roda belakang akan terkunci karena tak mampu menghentikan laju roda depan, alhasil ban kita akan langsung melakukan drifting kecil (ngepot). Refleks ini bisa didapatkan dari kebiasaan kita melakukan pengereman. Maka dari itu, buat lo yang biasa neken satu rem aja (depan/belakang), mendingan jangan coba-coba. Cara melakukan pengeremannya mirip dengan ABS, yaitu pertama tekan rem belakang terlebih dahulu (jangan rem depan, karena akan nyungsep), lalu setelah itu tekan secara lembut (jangan langsung tekan habis) rem depan, lalu buatlah pola penekanan pada rem depan (ingat rem belakang jangan pernah dilepas), yaitu tekan-lepas-tekan-lepas dan seterusnya dengan cepat hingga motor berhenti.

5.       Maksimalkan Fasilitas Motor
Maksimalkan penggunaan fasilitas pada motor seperti sen, lampu, klakson, dim, dan spion. Hal ini bisa membantu kita berkomunikasi dengan pengguna jalan lainnya dengan cepat.

Demikian tips-tipsnya, sekali lagi gue ingatkan ngebutlah jika ada sesuatu yang lebih “mendesak dari yang mendesak”. Semoga berguna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar