Isuzu Panther
A.
Sejarah
Terngiang
di benak kita saat mendengar slogan: “Rajanya Diesel” pastilah tengah
membicarakan Isuzu Panther. Slogan itu memang selalu melekat pada kendaraan
diesel keluarga yang telah melegenda di Indonesia. Astra Isuzu Motor meluncurkan
Panther generasi pertama pada tahun 1991. Sejak diluncurkan, mobil ini langsung
memikat hati masyarakat Indonesia, terlebih karena harga solar lebih rendah
dari harga bensin premium. Mobil ini laris manis di pasaran tahun 90-an dan
bersaing ketat dengan Toyota Kijang dan selanjutnya Mitsubishi Kuda. Namun,
Isuzu Panther-lah yang selalu unggul, di mana pada saat itu mobil ini merupakan
mobil keluarga pertama yang berbahan bakar diesel. Keunggulan mobil ini
terletak pada keiritan bahan bakarnya. Konon, mobil ini pernah menempuh
perjalanan Jakarta-Bali hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 45.000,- untuk bahan
bakarnya. Tapi tentu saja biaya perjalanan itu hanya berlaku di tahun 90-an
dimana harga minyak masih dibawah Rp 1.000,-.
B. Generasi
Generasi II : Panther generasi kedua diluncurkan pada tahun 1995 dan diproduksi
hingga tahun 2000. Bodinya menggunakan
rangka berkode TBR-54 dan menggunakan mesin diesel 4JA-1 4 silinder dengan
direct injection. Variannya adalah
(mulai dari yang tertingi): Hi Grade, Hi-Sporty, Grand Royale, New Royale, Royale, Deluxe, dan Standard. Panther generasi kedua ini diklaim sebagai generasi terbaik dari Isuzu Panther
Generasi IV : Generasi keempat dari Isuzu Panther diproduksi mulai tahun 2005 hingga
sekarang. Bodinya masih menggunakan kerangka yang sama dengan generasi
sebelumnya, begitu pun juga dengan mesinnya. Namun, kali ini semua variannya
telah dilengkapi dengan turbo charger. Variannya adalah (mulai dari yang
tertingi): Grand Touring, Touring, LS, LV, LV FF, Smart dan Smart FF.
D. Mesin
Isuzu Panther menggunakan mesin 2.500 cc diesel direct Injection dengan turbocharger berkode 4JA1-L. Untuk melihat rupa mesin dan suaranya, bisa dilihat di: https://www.youtube.com/watch?v=68VfeM_wtJU
C.
Kelebihan
dan Kekurangan
Hingga
hari ini, slogan :”Rajanya Diesel” masih melekat pada MPV produksi Isuzu ini.
Keiritan dan kemudahan dalam perawatan selalu menjadi keunggulan Isuzu Panther.
Tak heran, banyak angkutan umum dan perusahaan yang menggunakan jasa Isuzu
Panther sebagai kendaraan operasional. Selain itu, bodinya pun tampak gagah dan
kekar sehingga menjadikan dirinya menyerupai sebuah Entry SUV dibanding MPV. Mobil ini pun sudah terkenal
tangguh dalam menghadapi banjir, berkat ketidakadaan ECU (Electronic Control Unit). Selain itu pula, untuk soal kenyamanan, Panther bisa dibilang sangat baik berkat suspensinya yang empuk dibanding rival-rivalnya.
Namun, selain memiliki keunggulan yang tak
tertandingi, mobil ini juga punya segudang kelemahan. Salah satunya adalah
bodinya yang menyerupai SUV ditambah suspensinya yang "terlalu empuk" justru membuat Panther mudah
limbung saat bermanuver tajam. Selain itu, soal model, banyak orang menilai
bahwa model dari Isuzu Panther ini perlu dibenahi. Dari tahun 2005 hingga
sekarang, Isuzu belum banyak melakukan perubahan berarti pada generasi keempat
Panther ini. Selain itu, dari tahun 1996 sejak generasi kedua diluncurkan,
Panther masih menggunakan mesin diesel konvensional (4JA-1) yang sudah jadul
dan banyak ditinggalkan. Hasilnya, mesin itu membuat Panther terkenal akan
kebisingan suaranya, getaran mesin yang kasar, dan asap yang tebal. Ada lagi,
yaitu tenaga yang hanya 80 dk terpaut sangat jauh dengan rival abadinya, yaitu
Toyota Kijang yang telah berwujud Innova dengan mesin dieselnya yang memiliki
tenaga hingga 102 dk. Hal ini membuat Panther terkenal akan mesinnya yang
kurang bertenaga. Namun, justru itulah yang membuat Panther terkenal akan
keiritannya. “Cring… Cring… Wuss! Wuss!...Nyaris
tak terdengar!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar