Kamis, 23 April 2015

Isuzu Panther

A.     Sejarah
Terngiang di benak kita saat mendengar slogan: “Rajanya Diesel” pastilah tengah membicarakan Isuzu Panther. Slogan itu memang selalu melekat pada kendaraan diesel keluarga yang telah melegenda di Indonesia. Astra Isuzu Motor meluncurkan Panther generasi pertama pada tahun 1991. Sejak diluncurkan, mobil ini langsung memikat hati masyarakat Indonesia, terlebih karena harga solar lebih rendah dari harga bensin premium. Mobil ini laris manis di pasaran tahun 90-an dan bersaing ketat dengan Toyota Kijang dan selanjutnya Mitsubishi Kuda. Namun, Isuzu Panther-lah yang selalu unggul, di mana pada saat itu mobil ini merupakan mobil keluarga pertama yang berbahan bakar diesel. Keunggulan mobil ini terletak pada keiritan bahan bakarnya. Konon, mobil ini pernah menempuh perjalanan Jakarta-Bali hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 45.000,- untuk bahan bakarnya. Tapi tentu saja biaya perjalanan itu hanya berlaku di tahun 90-an dimana harga minyak masih dibawah Rp 1.000,-. 
B.     Generasi
Generasi I : Panther generasi pertama diluncurkan pada tahun 1991 dan diproduksi hingga 1995. Bodinya menggunakan rangka berkode TBR-52. Mesinnya menggunakan mesin diesel C223 4 silinder dengan indirect injection. Variannya adalah (mulai dari yang tertingi): Hi Grade, Royal, Total Assy, dan Standard.


Generasi II : Panther generasi kedua diluncurkan pada tahun 1995 dan diproduksi hingga  tahun 2000. Bodinya menggunakan rangka berkode TBR-54 dan menggunakan mesin diesel 4JA-1 4 silinder dengan direct injection. Variannya adalah (mulai dari yang tertingi): Hi Grade, Hi-Sporty, Grand Royale, New Royale,  Royale, Deluxe, dan Standard. Panther generasi kedua ini diklaim sebagai generasi terbaik dari Isuzu Panther    

 Generasi III : Panther generasi ketiga  diluncurkan pada tahun 2000 dan diproduksi hingga 2005. Bodinya menggunakan rangka berkode TBR-541 dan menggunakan mesin yang sama dengan generasi sebelumnya, kecuali pada varian Touring dan LS A/T, ditambahkan turbo charger untuk mendongkrak tenaga, efisiensi, dan emisi. Variannya adalah (mulai dari yang tertingi): Touring, LS, SS, LV, SV, LM, SM.

Generasi IV :  Generasi keempat dari Isuzu Panther diproduksi mulai tahun 2005 hingga sekarang. Bodinya masih menggunakan kerangka yang sama dengan generasi sebelumnya, begitu pun juga dengan mesinnya. Namun, kali ini semua variannya telah dilengkapi dengan turbo charger. Variannya adalah (mulai dari yang tertingi): Grand Touring, Touring, LS, LV, LV FF, Smart dan Smart FF.


D.      Mesin
Isuzu Panther menggunakan mesin 2.500 cc diesel direct Injection dengan turbocharger berkode 4JA1-L. Untuk melihat rupa mesin dan suaranya, bisa dilihat di: https://www.youtube.com/watch?v=68VfeM_wtJU

C.      Kelebihan dan Kekurangan
Hingga hari ini, slogan :”Rajanya Diesel” masih melekat pada MPV produksi Isuzu ini. Keiritan dan kemudahan dalam perawatan selalu menjadi keunggulan Isuzu Panther. Tak heran, banyak angkutan umum dan perusahaan yang menggunakan jasa Isuzu Panther sebagai kendaraan operasional. Selain itu, bodinya pun tampak gagah dan kekar sehingga menjadikan dirinya menyerupai sebuah Entry SUV dibanding MPV. Mobil ini pun sudah terkenal tangguh dalam menghadapi banjir, berkat ketidakadaan ECU (Electronic Control Unit). Selain itu pula, untuk soal kenyamanan, Panther bisa dibilang sangat baik berkat suspensinya yang empuk dibanding rival-rivalnya. 
Namun, selain memiliki keunggulan yang tak tertandingi, mobil ini juga punya segudang kelemahan. Salah satunya adalah bodinya  yang menyerupai SUV ditambah suspensinya yang "terlalu empuk" justru membuat Panther mudah limbung saat bermanuver tajam. Selain itu, soal model, banyak orang menilai bahwa model dari Isuzu Panther ini perlu dibenahi. Dari tahun 2005 hingga sekarang, Isuzu belum banyak melakukan perubahan berarti pada generasi keempat Panther ini. Selain itu, dari tahun 1996 sejak generasi kedua diluncurkan, Panther masih menggunakan mesin diesel konvensional (4JA-1) yang sudah jadul dan banyak ditinggalkan. Hasilnya, mesin itu membuat Panther terkenal akan kebisingan suaranya, getaran mesin yang kasar, dan asap yang tebal. Ada lagi, yaitu tenaga yang hanya 80 dk terpaut sangat jauh dengan rival abadinya, yaitu Toyota Kijang yang telah berwujud Innova dengan mesin dieselnya yang memiliki tenaga hingga 102 dk. Hal ini membuat Panther terkenal akan mesinnya yang kurang bertenaga. Namun, justru itulah yang membuat Panther terkenal akan keiritannya. “Cring… Cring… Wuss! Wuss!...Nyaris tak terdengar!”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar